Ustadz naik mobil bagus, terus media pada HEBOH. Publik pun ikut-ikutan HEBOH. Di sini kita perlu baiksangka. Sekali lagi, baiksangka.
Padahal, mungkin itu bukan mobilnya, pinjaman dari jamaah. Saya sering melihat ini. Atau mungkin hadiah dari jamaah, cara murid memuliakan guru. Saya juga sering melihat ini (Makanya sering-sering gaul sama ustadz, hehe).
Nabi saja pernah diberi unta, gajah, budak, perhiasan, karpet besar, dll. Itu diterima sama Nabi. Sebagian dibagi-bagi sama Nabi. Kadang pemberian biasa. Kadang dari ghanimah. Ada ayatnya.
Atau mungkin mobil itu hasil dari bisnisnya. Jangan salah, ustadz zaman sekarang banyak yang melek bisnis. Bukan melulu dari jamaah. Apa iya ustadz harus pake mobil butut? Situ aja nggak mau, hehe.
Di negeri ini, ada ustadz yang punya pesawat. Ada juga ustadz yang punya helikopter. Ada. Saya lihat sendiri. Karena memang perlu. Wong dakwahnya sampai pelosok-pelosok. Mending kalau situ bisa minjemin, hehe.
Catat ya. Untanya Nabi adalah Al-Qashwa, TERBAIK. Pedang dan baju perangnya juga TERBAIK. Nggak KW, hehe. Salah satu pedangnya, bisa kita lihat di museum di Turki. Baju, makanan & alas tidurnya, barulah sederhana. Seperlunya, sekedarnya. Masya Allah.
Sebagian kita menganggap ustadz itu harus miskin. Kalau kaya, dianggap aneh. Kalau jelek, maaf, diledek komedian gadungan. Kalau ganteng, diledek seleb gadungan. Heran! Terus situ maunya gimana? Negatif mulu, jangan-jangan situ kurang piknik, hehehe.
Buat media dan publik yang kepo, izinkan saya memberikan saran. Kalaupun mau kepo, kepo-lah dengan amal orang lain (niatnya pengen mengikuti). Bukan rese. Bukan nyinyir. Bukan ngintip-ngintip potensi aib orang lain.
Maaf, orang yang kita 'ulik-ulik' hidupnya, mungkin saja lebih mulia daripada kita. Mending, sibukkan saja diri kita dengan beramal. Berbenah. Berubah. Insya Allah itu jauh lebih indah... Bantu share tulisan ini ya...
Untuk mengundang Ippho Santosa untuk training karyawan dan training spiritual, klik >> www.ippho.com









