Dalam training motivasi, kadang saya membahas soal stress.
Tekanan pekerjaan yang cukup berat, ditambah urusan pribadi, menjadi faktor dominan yang menyebabkan karyawan stress. Belum lagi kalau ternyata atasan tidak bisa diteladani dan bawahan tidak bisa diandalkan. Akhirnya motivasi kerja menurun. Ini sebenarnya terjadi di semua bidang. Bukan di bidang tertentu saja.
Saran saya, harus dicari tahu dulu akar permasalahannya. Ya, akarnya. Jalan-jalan dan liburan hanya bisa memberi kesenangan sesaat. Solusi sejati tidak bisa terhadirkan dari aktivitas-aktivitas sedemikian. Sekiranya akar permasalahan sudah diketahui, barulah bisa dipikirkan next step-nya.
Saran berikutnya, minta masukan dari pasangan dan mentor. Ya, dari orang-orang dekat yang mengenal kita. Sepertinya mereka memiliki pandangan yang lebih jernih terhadap permasalahan kita. Juga lebih jujur. Posisi mereka bagaikan cermin dan begitulah, kadang kita perlu cermin untuk melihat diri kita dan permasalahan kita.
Anda setuju?
Training Motivasi, Ippho Santosa, Training Motivasi Karyawan, Training Motivasi Organisasi
Tampilkan postingan dengan label Training Ippho Santosa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Training Ippho Santosa. Tampilkan semua postingan
In-House Training Motivasi, Training Motivasi Karyawan
Di training motivasi karyawan atau in-house training motivasi, saya pernah mengingatkan peserta, "Selama ini, dunia profesional dan
dunia spiritual seolah-olah sulit disatukan. Kalaupun disatukan, yang terlihat
hanyalah tempelan atau kemasan." Nah, buku Success Protocol dengan Rumus
7i coba menjawab tantangan berat itu. Menyatukan.
Buku dengan sampul hard cover dan ketebalan 130 halaman
ini juga berusaha menjawab pertanyaan-pertanyaan sebagai berikut:
- Kapan kerja itu bernilai ibadah?
Kapan bernilai sia-sia?
- Bagaimana mengatasi rutinitas kerja
yang membosankan?
- Saat digaji Rp 5 juta, tapi nilai kerja kita hanya Rp 3
juta, apa akibatnya?
- Berhenti sejenak saat bekerja
bukanlah buang-buang waktu, benarkah?
- Apa yang membuat karyawan tidak
terlalu menuntut terhadap perusahaan?
- Apa saja dampak sholat dalam karier,
bisnis, dan kehidupan?
- Adakah microchip yang merekam seluruh pekerjaan manusia?
- Bagaimana menanamkan doktrin Sang Pemenang
setiap harinya?
- Bagaimana mengatasi utang yang
melilit dan masalah yang membelit?
- Bagaimana menghadapi stress, tekanan,
dan kegagalan?
- Bagaimana membangun network dan apa
manfaat tersembunyi network?
- Silaturahim seperti apa yang bisa
mengundang rezeki?
Percaya atau tidak, ternyata membaca
buku lebih ampuh untuk meredakan stress daripada mendengar
musik. Tepatnya 68% banding 61%, menurut studi dari David Lewis. Disarankan pula,
bacalah minimal satu buku motivasi setiap bulannya. Buku motivasi mana saja. Lebih baik lagi kalau kita
sampai mengikuti in
house seminar atau in house training yang relevan. Kadang, kita perlu orang yang benar-benar teruji untuk
membimbing kita.
Ippho Santosa adalah International Trainer yang telah mencerahkan
seratusan perusahan dan jutaan orang di belasan negara di empat benua. Bukunya
Success Protocol direkomendasikan oleh tiga doktor ternama
di tanah air dan telah tersedia di Gramedia. Untuk mengundang, klik www.ippho.com
Langganan:
Postingan (Atom)
