Training Motivasi, Ippho Santosa, Training Motivasi Karyawan, Training Motivasi Organisasi

Training Motivasi

Di sebuah training motivasi, saya bertanya, "Sudahkah Anda memeluk pasangan Anda pagi ini?"

Apa untungnya? Apa kaitannya? Saat berpelukan, ternyata tubuh melepaskan hormon oxytocin yang terkait dengan rasa damai dan rasa melekat. Tak heran kalau ini menyuburkan sikap setia dan sikap bersemangat.

training-motivasi-perusahaan-training-motivasi-korporat-training-motivasi-organisasi

Lebih jauh, pelukan diyakini dapat menambah angka harapan hidup pasangan. Nggak main-main, satu pelukan bisa meningkatkan angka harapan hidup satu hari.

Setiap kali Anda memeluk pasangan sah Anda dengan penuh kasih sayang, maka bertambahlah angka harapan hidupnya. Wajarlah kalau penampilan pasangan Anda menjadi lebih awet muda.

training-motivasi-perusahaan-training-motivasi-korporat-training-motivasi-organisasi
training-motivasi-perusahaan-training-motivasi-korporat-training-motivasi-organisasi
training-motivasi-perusahaan-training-motivasi-korporat-training-motivasi-organisasi

Sekiranya istri Anda tampak lebih tua daripada usia sebenarnya, mungkin karena ia jarang menerima pelukan juga transferan dari suaminya. Hehehe.

Sekian dari saya, Ippho Santosa. Silakan di-share.




Training Motivasi Karyawan, Training Motivasi Korporat, Training Motivasi Perusahaan

Training Motivasi

Dalam training motivasi, kadang saya bicara soal kekuatan cinta. 

Training-Motivasi
Training-Motivasi
Training-Motivasi

Dan sejarah sudah menunjukkan:
-       Tembok Cina bisa berdiri gagah karena apa? Karena kecintaan sang penguasa terhadap negerinya.
-       Taj Mahal bisa berdiri megah karena apa? Karena kecintaan seorang suami kepada istrinya.
-       Cut Nyak Dhien sampai turun ke medan perang, karena apa? Karena kecintaannya kepada suaminya dan negerinya.
-       Rasuna Said sampai berhadap-hadapan dengan Belanda dan Jepang, karena apa? Karena kecintaannya kepada agamanya dan negerinya.
-       Honda bisa hadir karena apa? Karena kecintaan sang founder terhadap otomotif.
-       Body Shop bisa hadir karena apa? Karena kecintaan sang founder terhadap alam.
-       iPod, iPad, dan iPhone bisa hadir karena apa? Karena kecintaan sang founder terhadap teknologi.

-       Bagaikan keajaiban, dunia pun bergetar karena kisah-kisah cinta ini! Bahkan lebih menggugah dan mengubah daripada dongeng cinta Romeo dan Juliet!

Sedemikian dahsyatnya cinta. Tak perlu seminar motivasi dan training motivasi untuk mengetahuinya.

Di Seminar Motivasi Diri, Ippho Santosa Beri Motivasi Sukses Untuk Karyawan (Seminar Motivasi Sukses)

Di Seminar Motivasi Diri, Ippho Santosa Beri Motivasi Sukses Untuk Karyawan (Seminar Motivasi Sukses)



Di training motivasi dan seminar motivasi kadang saya diminta membahas tentang semangat berbagi. Sebut saja, semangat bersedekah. Terutama kepada tim CSR perusahaan.

Sedekah dan berharap. Bolehkah? Jujur saja, perlu penjelasan untuk ini. Namun izinkan saya untuk meringkasnya. Boleh?

seminar-motivasi-diri-seminar-motivasi-sukses-seminar-motivasi-karyawan

Sebenarnya, Sang Pencipta yang nyuruh kita berharap. Nabi juga bilang 'Beli kesulitanmu dengan sedekah'. Lha, giliran kita ngarep, kok jadi salah? Nggak salah dong. Bener, insya Allah. Kan Dia bukan PHP. Emangnya situ, suka PHP? Hehehe.

Kalau ngarep ke makhluk, itu yang dilarang. Apalagi ke tuyul, hehehe. Sekiranya Anda beda pendapat sama saya, silakan. Yang penting, anda tetap sedekah. Itu yang penting. Jangan sampai sibuk berdebat sampai-sampai lupa sedekah, hehehe.

Seminar-Motivasi-Diri-Seminar-Motivasi-Sukses-Seminar-Motivasi-Karyawan

Manusia tak bisa lepas dari harap. Pengen jalanan lancar, bebas macet. Pengen cuaca cerah, nggak kehujanan. Sampai harapan-harapan yang besar, seperti lulus kuliah, diterima jadi PNS, bertemu jodoh, dikaruniai jodoh dll. Lha, mau disandarkan ke mana harapan-harapan ini? Ke Allah dong, itu yang paling tepat.

Anda setuju?







Seminar Motivasi Diri, Seminar Motivasi Sukses, Seminar Motivasi Karyawan

Training Motivasi Kerja, Training Motivasi Karyawan, Training Motivasi Pegawai

Di training motivasi, kadang saya membahas soal hari Senin.

Hanya sedikit orang yang menyukai hari Senin.
Terutama karyawan. Hehehe.
training-motivasi-kerja-training-motivasi-karyawan-training-motivasi-pegawai

Maka, inilah seruan saya pagi ini:
“Ayo kerja! Jangan manja!”
“Ayo kerja keras! Jangan malas!”

Memang, ular dan burung saja dijamin rezekinya. Apalagi manusia. Apalagi orang beriman. Apalagi orang beramal. Namun itu bukanlah alasan bagi kita untuk bermalas-malasan. Tetaplah bekerja keras.

training-motivasi-kerja-training-motivasi-karyawan-training-motivasi-pekerja

Kemarin di seminar ‘Rezeki Tak Disangka-Sangka’ saya bersama Nasrullah (pelopor property syariah), Shamsi Ali (imam dari New York), dan Peggy Melati (inspirator hijrah) berbagi ilmu serta pengalaman. Sayang sekali mereka yang tidak ikutan seminar ini. Di tengah acara, hadir juga Sandiaga Uno (orang terkaya urutan ke-47) dan Muhammad Assad (penulis Notes from Qatar).

Kami bicara tentang berbagai hal, mulai dari positive energy, attitude ketika dipecat, attitude ketika krisis, merintis bisnis, sampai dakwah di 20-an negara. Satu poin yang kami sadari bersama, tak mudah mengelola bisnis dan mengelola orang. Sandiaga Uno kemudian berkisah tentang pengalamannya mengelola 50.000 karyawan di bisnisnya sendiri.

training-motivasi-kerja-training-motivasi-karyawan-training-motivasi-perusahaan

Saat pemerintah menyerukan, “Kerja, kerja, kerja,” saya tambahkan dengan seruan, “Positif, positif, positif.” Kenapa? Begini. Ketika hati berada di zona yang positif (good mood), itu akan lebih mudah menarik rezeki yang tidak disangka-sangka. Pekerjaan seperti dimudahkan. Atasan dan bawahan tidak sesulit yang dibayangkan. Urusan-urusan kelar lebih cepat daripada yang diperkirakan. Anda pernah mengalaminya?

Dan masih banyak lagi tips-tips lain terkait rezeki yang tidak disangka-sangka. Kapan-kapan kita bahas. Shamsi Ali juga berkisah tentang pengalamannya, yang dulu cuma anak kampung di Sulawesi Selatan, tahu-tahu sekarang menjadi imam di ‘ibukota dunia’ yakni New York. Itu juga rezeki yang tidak disangka-sangka.

training-motivasi-kerja-training-motivasi-karyawan-training-motivasi-PNS

Imam yang sangat dekat dengan Jusuf Kalla, Michael Bloomberg, dan Bill Clinton ini lalu menggunakan posisinya ini untuk membangun dialog demi dialog dengan berbagai kalangan. Termasuk di gedung PBB. Dan pelan-pelan masyarakat Barat mulai mengenal Islam yang salah satu wasilahnya melalui Shamsi Ali.

Yakinlah, rezeki tak pernah bergerak linier alias lurus-lurus saja. Akan selalu ada pertolongan dan rezeki yang tidak disangka-sangka. Bagi siapa? Bagi mereka yang sudah pantas dan selalu memperbaiki diri. Sekian dari saya, Ippho Santosa.



...

Mindset Motivation, Motivational Training

Di training motivasi atau pelatihan SDM, kadang saya mengajak semua peserta untuk mempelajari kekuatan-kekuatan besar yang berasal dari dalam (inner) dan tidak terlihat (invisible). Niat, visi, persistensi, konsistensi, cinta, kesetiaan, kebahagiaan, keimanan, dan keikhlasan, adalah kekuatan-kekuatan besar yang berasal dari dalam dan tidak terlihat, namun sangat menentukan apa-apa yang kemudian terlihat. Betul apa betul?

Mindset-Motivation-Motivational-Training-Motivational-Seminar-Motivational-Class

Contoh saja, sewaktu Anda mengamati gedung perkantoran yang megah atau lobi kantor yang mewah, ingatlah itu semua berawal dari visi seseorangsesuatu yang sifatnya dari dalam dan tak terlihat. Terus, apa dampaknya bagi kita? Yah, kalau kita ingin mengubahi dan membenahi sesuatu, yah mulailah dari dalam. Demikianlah, semua yang outer dan visible, berasal dari inner dan invisible di mana ini jauh lebih kuat.

Lantas, siapa orang yang dapat membantu Anda untuk melihat sesuatu yang inner dan invisible ini? Tidak lain, orang itu adalah pasangan Anda dan mentor Anda. Sepengalaman saya, dua orang inilah yang benar-benar membantu Anda untuk melihat sesuatu yang inner dan invisible ini. Pertanyaan saya, sudahkah Anda memilikinya?

Ini bagian dari Mindset Motivation dan merupakan salah satu pokok bahasan dalam Motivational Training. Sekian dari saya, Ippho Santosa.





...

Mindset Motivation, Motivational Training

Training Centre, Training Center, Training Provider

Sebagai pengelola training centre atau training provider, saya menaruh perhatian pada pelatihan dan pengembangan SDM. 

Yah, motivator sering bilang di mana-mana, "Merasa bodoh itu baik." Itu betul. Lho, kok bisa? Karena dengan demikian, akhirnya kita mau belajar. Dampaknya, yah kita semakin pintar. Lha, kalau merasa pintar? Sebaliknya, itu kurang baik. Karena bikin kita malas belajar. Dampaknya, yah kita semakin bodoh. 

training-centre-training-center-training-provider-training-motivasi

Si bebal mungkin ngotot dan melotot, “Halah! Nabi Muhammad aja nggak sekolah, nggak kuliah! Bisa sukses kok!” Adalah benar beliau tidak pernah sekolah secara formal, namun beliau adalah pembelajar sejati. Dan beliau memiliki mentor-mentor istimewa. Untuk urusan agama, mentornya adalah Jibril, sang malaikat wahyu. Untuk urusan bisnis, mentornya adalah Abu Thalib, sang paman tercinta.

training-centre-training-center-training-provider-training-expert

Sekarang coba lihat kanan-kiri kita, adakah Jibril di sana? Hehehe, nggak ada tho? Berarti, kita harus belajar dari guru-guru agama yang lebih alim. Coba juga lihat ayah kita dan paman kita, apakah mereka kaya? Kalau tidak, berarti kita harus belajar dari mentor-mentor bisnis yang lebih sukses. 

Makanya setulus hati saya menyarankan, sisihkan waktu dan uang untuk belajar. Miliki mentor. Ketika keilmuan kita gitu-gitu aja, jangan heran kalau pikiran kita dan tindakankita juga gitu-gitu aja. Walhasil, rezeki kita pun gitu-gitu aja. Think.

Sekian dari saya, Ippho Santosa.





...

Pesan Ippho Santosa di Training 'Kerja Itu Ibadah'

Dalam training motivasi atau seminar motivasi, saya pernah mengingatkan, "Kitab suci itu solusi. Termasuk di dunia kerja."

Training-Motivasi-Karyawan-Training-Motivasi-Kerja-Training-Pegawai

Sebagaimana penganut agama lain yang memuliakan kitab sucinya, demikian pula muslim dengan kitab sucinya. Jika kitab suci sudah menjadi solusi, pengarah, dan penyemangat, maka muslim ketika bekerja:
-       ia akan sungguh-sungguh dan tidak suka menunda-nunda (baca QS 94:7).
-       ia akan berusaha mematuhi pemimpinnya (baca QS 4:59).
-       ia akan menghormati rekan kerjanya (baca QS 28:77).
-       ia tidak akan iri kepada rekan kerjanya (baca QS 4:32).
-       ia tidak akan curi-curi waktu apalagi menipu (baca QS 83:1-3).

Niscaya terwujudlah Productivity with Spirituality


Training-Motivasi-Organisasi
Dinner bersama BJ Habibie dan Ilham Habibie

Namun sayangnya orang sering membeda-bedakan. Ketika di rumah ibadah, dia sangat agamis dan memuliakan kitab sucinya. Ketika di kantor? Lain lagi sikapnya. 

Semoga Anda dan tim Anda termasuk orang-orang yang menjadikan kitab suci sebagai solusi, pengarah, dan penyemangat. Mari kita hadirkan nilai-nilai dari kitab suci dalam kerja, bisnis, keluarga, dan kehidupan sehari-hari. Bukan di rumah ibadah saja.




Ditulis oleh Ippho Santosa. Untuk mengundangnya dalam training motivasi karyawan, misalnya training kerja itu ibadah, klik >> www.ippho.com